<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ini dia Phitria&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://phitria.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://phitria.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Mar 2011 23:26:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='phitria.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ini dia Phitria&#039;s Blog</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://phitria.wordpress.com/osd.xml" title="Ini dia Phitria&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://phitria.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/puasa-tidak-sekedar-menahan-makan-dan-minum/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/puasa-tidak-sekedar-menahan-makan-dan-minum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:26:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc. Perlu menjadi catatan penting bahwa puasa bukanlah sekedar menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lainnya dari segala yang diharamkan oleh Allah Ta’ala namun bukan berarti ketika tidak sedang berpuasa boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=61&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Penulis: Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.</div>
<div></div>
<div>Perlu  menjadi catatan penting bahwa puasa bukanlah sekedar menahan diri dari  makan, minum dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa. Orang yang  berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lainnya dari segala  yang diharamkan oleh Allah Ta’ala namun bukan berarti ketika tidak  sedang berpuasa boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut.</p>
<p>Maksudnya  adalah bahwa perbuatan maksiat itu lebih berat ancamannya bila  dilakukan pada bulan yang mulia ini, dan ketika menjalankan ibadah yang  sangat dicintai Allah Ta&#8217;ala. Bisa jadi seseorang yang berpuasa itu  tidak mendapatkan faidah apa-apa dari puasanya kecuali hanya merasakan  haus dan lapar. Na’udzubillahi min dzalik.</p>
<p>Untuk itu ada beberapa  hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpuasa agar mendapatkan  balasan dan keutamaan-keutamaan yang telah Allah ta’ala janjikan.  Diantaranya:</p>
<p>1. Setiap muslim harus membangun ibadah puasanya di  atas iman kepada Allah Ta’ala dalam rangka mengharapkan ridha-Nya, bukan  karena ingin dipuji atau sekedar ikut-ikutan keluarganya atau  masyarakatnya yang sedang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam bersabda:</p>
<p>مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>“Barang  siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari  Allah Ta&#8217;ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun  ‘alaih)</p>
<p>2. Menjaga anggota badannya dari hal-hal yang diharamkan  Allah k, seperti menjaga lisannya dari dusta, ghibah, dan lain-lain.  Begitu pula menjaga matanya dari melihat orang lain yang bukan mahramnya  baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui gambar-gambar  atau film-film dan sebagainya. Juga menjaga telinga, tangan, kaki dan  anggota badan lainnya dari bermaksiat kepada Allah Ta&#8217;ala.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِيْ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ</p>
<p>“Barangsiapa  yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah  Ta’ala tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.” (Shahih HR.  Al-Bukhari no. 1804)</p>
<p>Maka semestinya orang yang berpuasa tidak  mendatangi pasar, supermarket, mal, atau tempat-tempat keramaian lainnya  kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Karena biasanya tempat-tempat  tersebut bisa menyeretnya untuk mendengarkan dan melihat perkara-perkara  yang diharamkan Allah Ta&#8217;ala. Begitu pula menjauhi televisi karena  tidak bisa dipungkiri lagi bahwa efek negatifnya sangat besar baik bagi  orang yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa.</p></div>
<div>
<span id="more-61"></span><br />
3. Bersabar untuk menahan diri dan tidak membalas kejelekan yang ditujukan kepadanya.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radiyallahu &#8216;anhu:</p>
<p>الصِّيَامُ  جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ  يَوْمَئِذٍ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ  فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ</p>
<p>“Puasa adalah tameng, maka  apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata  kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela  dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa.” (Shahih, HR. Muslim)</p>
<p>Dari  hadits tersebut bisa diambil pelajaran tentang wajibnya menjaga lisan.  Apabila seseorang bisa menahan diri dari membalas kejelekan maka  tentunya dia akan terjauh dari memulai menghina dan melakukan kejelekan  yang lainnya.</p>
<p>Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong  seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih dirinya menjadi sosok  yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah k. Namun mendapatkan  hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasanya  dari beberapa hal yang tersebut di atas.</p>
<p>Puasa itu ibarat sebuah  baju. Bila orang yang memakai baju itu menjaganya dari kotoran atau  sesuatu yang merusaknya, tentu baju tersebut akan menutupi auratnya,  menjaganya dari terik matahari dan udara yang dingin serta memperindah  penampilannya. Demikian pula puasa, orang yang mengamalkannya tidak akan  mendapatkan buah serta faidahnya kecuali dengan menjaga diri dari  hal-hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan pahalanya.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-shawab.</p>
<p>Sumber:  Ceramah dan tanya jawab Masyayikh Salafiyyin (Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz  bin Baz t, Asy-Syaikh Muhammad Al-’Utsaimin rahimahullah dan Asy-Syaikh  Shalih Al-Fauzan hafizhahullah)</p>
<p>(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Saifudin Zuhri, Lc. Judul asli  Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum. URL Sumber <a href="http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=300" target="_blank">http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=300</a>)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=61&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/puasa-tidak-sekedar-menahan-makan-dan-minum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari kawand,kita sholat&#8230;.</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/mari-kawandkita-sholat/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/mari-kawandkita-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 04:12:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[SIFAT SHOLAT NABI Shallallahu ‘alaihi wasallam Oleh: Mutowwa’ Indonisy *MENGHADAP KIBLAT(KA’BAH) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah, beliau menghadap Ka’bah. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah: “Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.” (HR. Bukhari, Muslim dan Siraj). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=57&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h4>SIFAT SHOLAT NABI Shallallahu ‘alaihi wasallam</h4>
<p><strong> </strong>Oleh: Mutowwa’ Indonisy</p>
<p>*MENGHADAP KIBLAT(KA’BAH)<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu  atau sholat sunnah, beliau menghadap Ka’bah. Beliau memerintahkan  berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah:</p>
<p>“Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu’mu, kemudian  menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah.” (HR. Bukhari, Muslim dan  Siraj).</p>
<p>Tentang hal ini telah turun pula firman Allah dalam Surah Al Baqarah :  115: “Kemana saja kamu menghadapkan muka, disana ada wajah Allah.”</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah sholat menghadap Baitul  Maqdis, hal ini terjadi sebelum turunnya firman Allah: “Kami telah  melihat kamu menengadahkan kepalamu ke langit. Kami palingkan kamu ke  kiblat yang kamu inginkan. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu ke  sebagian arah Masjidil Haram.” (QS. Al Baqarah : 144).</p>
<p>Setelah ayat ini turun beliau sholat menghadap Ka’bah.</p>
<p>Pada waktu sholat subuh kaum muslim yang tinggal di Quba’ kedatangan  seorang utusan Rasulullah untuk menyampaikan berita, ujarnya,  “Sesungguhnya semalam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah  mendapat wahyu, beliau disuruh menghadap Ka’bah. Oleh karena itu,  (hendaklah) kalian menghadap ke sana.” Pada saat itu mereka tengah  menghadap ke Syam (Baitul Maqdis). Mereka lalu berputar (imam mereka  memutar haluan sehingga ia mengimami mereka menghadap kiblat). (HR.  Bukhari, Muslim, Ahmad, Siraj, Thabrani, dan Ibnu Sa’ad. Baca Kitab Al  Irwa’, hadits No. 290).</p>
<p>*BERDIRI<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau  sunnah berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Al Baqarah :  238. Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah di atas  kendaraannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya agar melakukan sholat  khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan.</p>
<p>“Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan  tenang karena Allah. Jika kamu dalam ketakutan, sholatlah dengan  berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaa aman, ingatlah  kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana  sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara tersebut).” (QS. Al Baqarah :  238).</p>
<p><span id="more-57"></span>*MENHADAP SUTRAH (PEMBATAS)<br />
Sutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi  keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid  besar, demikian pendapat Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa’il, dari Imam  Ahmad.</p>
<p>Beliau mengatakan, “Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah  di depan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam  Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, ‘Pasanglah  sesuatu sebagai sutrahmu!’ Kemudian aku memasang orang untuk menjadi  sutrah.”</p>
<p>Syaikh Al Albani mengatakan, “Kejadian ini merupakan isyarat dari  Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil  tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya.”</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>“Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau  membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika  dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani  oleh setan.” (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).</p>
<p>Beliau juga bersabda:</p>
<p>“Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah dia  mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.” (HR.  Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah  Dzahabi dan Nawawi).</p>
<p>Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat  kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah  (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3  hasta.” (HR. Bukhari dan Ahmad).</p>
<p>Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak  yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi  pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya,  sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam</p>
<p>*NIAT<br />
Niat berarti menyengaja untuk sholat, menghambakan diri kepada Allah Ta’ala semata, serta menguatkannya dalam hati.</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p>“Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat  (balasan) sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain.  Baca Al Irwa’, hadits no. 22).</p>
<p>Niat tidak dilafadzkan</p>
<p>Dan tidaklah disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan  tidak pula dari salah seorang sahabatnya bahwa niat itu dilafadzkan.</p>
<p>Abu Dawud bertanya kepada Imam Ahmad. Dia berkata, “Apakah orang  sholat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?” Imam Ahmad menjawab,  “Tidak.” (Masaail al Imam Ahmad hal 31 dan Majmuu’ al Fataawaa XXII/28).</p>
<p>AsSuyuthi berkata, “Yang termasuk perbuatan bid’ah adalah was-was  (selalu ragu) sewaktu berniat sholat. Hal itu tidak pernah diperbuat  oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam maupun para shahabat beliau.  Mereka dulu tidak pernah melafadzkan niat sholat sedikitpun selain hanya  lafadz takbir.”</p>
<p>Asy Syafi’i berkata, “Was-was dalam niat sholat dan dalam thaharah  termasuk kebodohan terhadap syariat atau membingungkan akal.” (Lihat al  Amr bi al Itbaa’ wa al Nahy ‘an al Ibtidaa’).</p>
<p>*TAKBIROTUL IHRAM<br />
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memulai sholatnya (dilakukan  hanya sekali ketika hendak memulai suatu sholat) dengan takbiratul ihrom  yakni mengucapkan Allahu Akbar di awal sholat dan beliau pun pernah  memerintahkan seperti itu kepada orang yang sholatnya salah. Beliau  bersabda kepada orang itu:</p>
<p>“Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu’  dan melakukan wudhu’ sesuai ketentuannya, kemudian ia mengucapkan Allahu  Akbar.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad  shahih).</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila engkau  hendak mengerjakan sholat, maka sempurnakanlah wudhu’mu terlebih dahulu  kemudian menghadaplah ke arah kiblat, lalu ucapkanlah takbiratul ihrom.”  (Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<p>Takbirotul ihrom diucapkan dengan lisan</p>
<p>Takbirotul ihrom tersebut harus diucapkan dengan lisan (bukan diucapkan di dalam hati).</p>
<p>Muhammad Ibnu Rusyd berkata, “Adapun seseorang yang membaca dalam  hati, tanpa menggerakkan lidahnya, maka hal itu tidak disebut dengan  membaca. Karena yang disebut dengan membaca adalah dengan melafadzkannya  di mulut.”</p>
<p>An Nawawi berkata, “…adapun selain imam, maka disunnahkan baginya  untuk tidak mengeraskan suara ketika membaca lafadz takbir, baik apakah  dia sedang menjadi makmum atau ketika sholat sendiri. Tidak mengeraskan  suara ini jika dia tidak menjumpai rintangan, seperti suara yang sangat  gaduh. Batas minimal suara yang pelan adalah bisa didengar oleh dirinya  sendiri jika pendengarannya normal. Ini berlaku secara umum baik ketika  membaca ayat-ayat al Quran, takbir, membaca tasbih ketika ruku’,  tasyahud, salam dan doa-doa dalam sholat baik yang hukumnya wajib maupun  sunnah…” beliau melanjutkan, “Demikianlah nash yang dikemukakan Syafi’i  dan disepakati oleh para pengikutnya. Asy Syafi’i berkata dalam al Umm,  ‘Hendaklah suaranya bisa didengar sendiri dan orang yang berada  disampingnya. Tidak patut dia menambah volume suara</p>
<p>*MENGANGKAT KE2 TANGAN<br />
Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu ketika bertakbir  dengan merapatkan jari-jemari tangannya, berdasarkan hadits yang  diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:  “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya  setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk  ruku’ dan setiap kali bangkit dari ruku’nya.” (Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<p>Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga, berdasarkan hadits  riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyallahu anhu, ia berkata:  “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengangkat kedua  tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat).”  (HR. Muslim).</p>
<p>Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah,  Tamam dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam mengangkat kedua tangannya dengan membuka jari-jarinya lurus ke  atas (tidak merenggangkannya dan tidak pula menggengamnya). (Shifat  Sholat Nabi).</p>
<p>*TANGAN BERSEDEKAP<br />
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau bersabda:</p>
<p>“Kami, para nabi diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan  sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika  melakukan sholat.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan  Adh Dhiya’ dengan sanad shahih).</p>
<p>Dalam sebuah riwayat pernah beliau melewati seorang yang sedang  sholat, tetapi orang ini meletakkan tangan kirinya pada tangan kanannya,  lalu beliau melepaskannya, kemudian orang itu meletakkan tangan  kanannya pada tangan kirinya. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan  sanad yang shahih).</p>
<p>Meletakkan atau menggenggam</p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada  punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya berdasar hadits  dari Wail bin Hujur:</p>
<p>“Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir kemudian  meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan  tangan kiri atau lengan kirinya.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu  Dawud, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, dengan sanad yang shahih dan dishahihkan  pula oleh Ibnu Hibban, hadits no. 485).</p>
<p>Beliau terkadang juga menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya, berdasarkan hadits Nasa’i dan Daraquthni:</p>
<p>“Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya.” (sanad shahih).</p>
<p>Bersedekap di dada</p>
<p>Menyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut  sunnah berdasarkan hadits: “Beliau meletakkan kedua tangannya di atas  dadanya.” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah,  Ahmad dari Wail bin Hujur).</p>
<p>Cara-cara yang sesuai sunnah ini dilakukan oleh Imam Ishaq bin  Rahawaih. Imam Mawarzi dalam Kitab Masa’il, halaman 222 berkata: “Imam  Ishaq meriwayatkan hadits secara mutawatir kepada kami…. Beliau  mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a qunut dan melakukan qunut  sebeluim ruku’. Beliau menyedekapkan tangannya berdekatan dengan  teteknya.” Pendapat yang semacam ini juga dikemukakan oleh Qadhi ‘Iyadh  al Maliki dalam bab Mustahabatu ash Sholat pada Kitab Al I’lam, beliau  berkata: “Dia meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri di  dada.”</p>
<p><!--more-->*MEMANDANG TEMPAT SUJUD<br />
Pada saat mengerjakan sholat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Hal  ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah  radhiyallahu ‘anha: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak  mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat).” (HR.  Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).</p>
<p>Larangan menengadah ke langit</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang keras menengadah ke  langit (ketika sholat). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaklah sekelompok  orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke  langit ketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar-benar  menjaga pandangan mata mereka.” (HR. Muslim, Nasa’i dan Ahmad).</p>
<p>Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri  ketika sholat, beliau bersabda: “Jika kalian sholat, janganlah menoleh  ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan  wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke  kanan atau ke kiri.” (HR. Tirmidzi dan Hakim).</p>
<p>Dalam Zaadul Ma’aad (I/248) disebutkan bahwa makruh hukumnya orang  yang sedang sholat menolehkan kepalanya tanpa ada keperluan. Ibnu Abdil  Bar berkata, “Jumhur ulama mengatakan bawa menoleh yang ringan tidak  menyebabkan shalat menjadi rusak.”</p>
<p>Juga dimakruhkan shalat dihadapan sesuatu yang bisa merusak  konsentrasi atau di tempat yang ada gambar-gambarnya, diatas sajadah  yang ada lukisan atau ukiran, dihadapan dinding yang bergambar dan  sebagainya.</p>
<p>*MEMBACA DOA ISTIFTAH<br />
Doa istiftah yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bermacam-macam. Dalam doa istiftah tersebut beliau shallallahu ‘alaihi  wasallam mengucapkan pujian, sanjungan dan kalimat keagungan untuk  Allah.</p>
<p>Beliau pernah memerintahkan hal ini kepada orang yang salah melakukan  sholatnya dengan sabdanya:”Tidak sempurna sholat seseorang sebelum ia  bertakbir, mengucapkan pujian, mengucapkan kalimat keagungan (doa  istiftah), dan membaca ayat-ayat al Quran yang dihafalnya…” (HR. Abu  Dawud dan Hakim, disahkan oleh Hakim, disetujui oleh Dzahabi).</p>
<p>Adapun bacaan doa istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diantaranya adalah:</p>
<p>اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ  بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ،  كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اَللَّهُمَّ  اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ.</p>
<p>“Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana  Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dan  kesalahan- kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari  kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju,  air dan air es”. [HR. Al-Bukhari 1/181 dan Muslim 1/419.]</p>
<p>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ.</p>
<p>Maha Suci Engkau ya Allah, aku memujiMu, Maha Berkah akan nama-Mu,  Maha Tinggi kekayaan dan kebesaranMu, tiada Ilah yang berhak disembah  selain Engkau. [HR. Empat penyusun kitab Sunan, dan lihat Shahih  At-Tirmidzi 1/77 dan Shahih Ibnu Majah 1/135.]</p>
<p>وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ  حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلاَتِيْ، وَنُسُكِيْ،  وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ  لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ  أَنْتَ الْمَلِكَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا  عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ  ذُنُوْبِيْ جَمِيْعًا إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.  وَاهْدِنِيْ لأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِيْ لأَحْسَنِهَا إِلاَّ  أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا، لاَ يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا  إِلاَّ أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدَيْكَ،  وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ  وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.</p>
<p>“Aku menghadap kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang  agama yang lurus dan aku tidak tergolong orang-orang yang musyrik.  Sesungguhnya shalat, ibadah dan hidup serta matiku adalah untuk Allah.  Tuhan seru sekalian alam, tiada sekutu bagiNya, dan karena itu, aku  diperintah dan aku termasuk orang-orang muslim.</p>
<p>Ya Allah, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan (yang berhak disembah)  kecuali Engkau, engkau Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya  diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu  ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni  dosa-dosa, kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak  akan menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak  yang jahat, tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya, kecuali  Engkau. Aku penuhi panggilanMu dengan kegembiraan, seluruh kebaikan di  kedua tanganMu, kejelekan tidak dinisbahkan kepadaMu. Aku hidup dengan  pertolongan dan rahmatMu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha Suci Engkau  dan Maha Tinggi. Aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu”. [HR. Muslim  1/534]</p>
<p>اَللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيْلَ، وَمِيْكَائِيْلَ، وَإِسْرَافِيْلَ  فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ،  أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ.  اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ تَهْدِيْ  مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ.</p>
<p>“Ya Allah, Tuhan Jibrail, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit  dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang  menjatuhkan hukum (untuk memutuskan) apa yang mereka (orang-orang  kristen dan yahudi) pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa  yang dipertentangkan dengan seizin dariMu. Sesungguhnya Engkau  menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki”.  [HR. Muslim 1/534.]</p>
<p>اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، اَللهُ أَكْبَرُ  كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ  كَثِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً  وَأَصِيْلاً)) ثلاثا ((أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، مِنْ نَفْخِهِ  وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ</p>
<p>“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji  bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan  pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak.  Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore”. (Diucapkan tiga kali). “Aku  berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan dan godaan setan”. [HR. Abu  Dawud 1/203, Ibnu Majah 1/265 dan Ahmad 4/85. Muslim juga meriwayatkan  hadits senada dari Ibnu Umar, dan di dalamnya terdapat kisah 1/420</p>
<p>اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ  وَمَنْ فِيْهِنَّ، لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ  وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، [وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ  السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ][وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ  السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ][وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ  مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ][ وَلَكَ الْحَمْدُ][أَنْتَ الْحَقُّ،  وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ،  وَالْجَنَّهُ حَقُّ، وَالنَّارُ حَقُّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقُّ،  وَمُحَمَّدٌ حَقُّ، وَالسَّاعَةُ حَقُّ][اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ،  وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ  خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا  أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ][أَنْتَ الْمُقَدِّمُ  وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ][أَنْتَ إِلَـهِيْ لاَ  إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ].</p>
<p>“Apabila Nabi Shallallahu’alaihi wasallam shalat Tahajud di waktu  malam, beliau membaca: “Ya, Allah! BagiMu segala puji, Engkau cahaya  langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau yang  mengurusi langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji, Engkau  Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. BagiMu segala puji  dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. BagiMu segala  puji, Engkau benar, janjiMu benar, firmanMu benar, bertemu denganMu  benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya)  para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dariMu),  kejadian hari Kiamat adalah benar. Ya Allah, kepadaMu aku menyerah,  kepadaMu aku bertawakal, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku kembali  (bertaubat), dengan pertolonganMu aku berdebat (kepada orang-orang  kafir), kepadaMu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh  karena itu, ampunilah dosaku yang telah lewat dan yang akan datang.  Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak  disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak  disembah kecuali Engkau”. [HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 3/3,  11/116, 13/371, 423, 465 dan Muslim meriwayatkannya dengan ringkas  1/532]</p>
<p>*MEMBACA TA’AWUDZ<br />
Membaca doa ta’awwudz adalah disunnahkan dalam setiap raka’at,  sebagaimana firman Allah ta’ala: “Apabila kamu membaca Al Quran  hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang  terkutuk.” (An Nahl : 98).</p>
<p>Dan pendapat ini adalah yang paling shahih dalam madzhab Syafi’i dan  diperkuat oleh Ibnu Hazm (Lihat al Majmuu’ III/323 dan Tamaam al Minnah  172-177).</p>
<p>Nabi biasa membaca ta’awwudz yang berbunyi:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”</p>
<p>Atau mengucapkan:</p>
<p>“A’UUDZUBILLAHI MINASY SYAITHAANIR RAJIIM MIN HAMAZIHI WA NAFKHIHI WANAFTSIHI”</p>
<p>artinya:”Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari  semburannya (yang menyebabkan gila), dari kesombongannya, dan dari  hembusannya (yang menyebabkan kerusakan akhlaq).” (Hadits diriwayatkan  oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Daraquthni, Hakim dan dishahkan  olehnya serta oleh Ibnu Hibban dan Dzahabi).</p>
<p>Atau mengucapkan:</p>
<p>“A’UUZUBILLAHIS SAMII’IL ALIIM MINASY SYAITHAANIR RAJIIM…” artinya:</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui  dari setan yang terkutuk…” (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud  dan Tirmidzi dengan sanad hasan).</p>
<p>*MEMBACA AL FATIHAH<br />
Hukum Membaca Al Fatihah</p>
<p>Membaca Al Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun  sholat, jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah  sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  “Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al  Fatihah” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al- Jama’ah: yakni Al Imam Al  Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majah).</p>
<p>“Barangsiapa yang sholat tanpa membaca Al Fatihah maka sholatnya  buntung, sholatnya buntung, sholatnya buntung…tidak sempurna” (Hadits  Shahih dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah).</p>
<p>Kapan Kita Wajib Membaca Surat Al-Fatihah</p>
<p>Jelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib  untuk membaca Al Fatihah, begitu pun pada sholat jama’ah ketika imam  membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni pada sholat Dhuhur,  ‘Ashr, satu roka’at terakhir sholat Mahgrib dan dua roka’at terakhir  sholat ‘Isyak, maka para makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut  secara sendiri-sendiri secara sirr (tidak dikeraskan).</p>
<p>Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…? spt sholat maghrib, isya, subuh.</p>
<p>Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah  melarang makmum membaca surat dibelakang imam kecuali surat Al Fatihah,  “Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakang imam kalian?” Kami  menjawab: “Ya, tapi dengan cepat wahai Rasulallah.” Berkata Rasul:  “Kalian tidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah, karena  tidak ada sholat bagi yang tidak membacanya.” (Hadits dikeluarkan oleh  Al Imam Al Bukhori, Abu Dawud, dan Ahmad, dihasankan oleh At Tirmidzi  dan Ad Daraquthni)</p>
<p>Selanjutnya beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makmum  membaca surat apapun ketika imam membacanya dengan jahr (diperdengarkan)  baik itu Al Fatihah maupun surat lainnya. Hal ini selaras dengan  keterangan dari Al Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya  makmum diam bila imam membaca dengan jahr/keras. Berdasar arahan Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam, Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah  berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :”Dijadikan imam itu  hanya untuk diikuti. Oleh karena itu apabila imam takbir, maka  bertakbirlah kalian, dan apabila imam membaca, maka hendaklah kalian  diam (sambil memperhatikan bacaan imam itu)…” (Hadits Shahih dikeluarkan  oleh Imam Ahmad, Abu Dawud no. 603 &amp; 604. Ibnu Majah no. 846, An  Nasai. Imam Muslim berkata: Hadits ini menurut pandanganku Shahih).</p>
<p>“Barangsiapa sholat mengikuti imam (bermakmum), maka bacaan imam  telah menjadi bacaannya juga.” (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi  Syaibah, Ad Daraquthni, Ibnu Majah, Thahawi dan Ahmad lihat kitab Irwaul  Ghalil oleh Syaikh Al- Albani).</p>
<p>Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam sesudah mendirikan sholat yang beliau keraskan bacaanya dalam  sholat itu, beliau bertanya: “Apakah ada seseorang diantara kamu yang  membaca bersamaku tadi?” Maka seorang laki-laki menjawab, “Ya ada, wahai  Rasulullah.” Kemudian beliau berkata, “Sungguh aku katakan: Mengapakah  (bacaan)ku ditentang dengan Al Quran (juga).” Berkata Abu Hurairah,  kemudian berhentilah orang-orang dari membaca bersama Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam pada sholat-sholat yang Rasulullah  keraskan bacaannya, ketika mereka sudah mendengar (larangan) yang  demikian itu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Hadits  dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai dan Malik. Abu Hatim  Ar Razi menshahihkannya, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan).</p>
<p>Hadits-hadits tersebut merupakan dalil yang tegas dan kuat tentang  wajib diamnya makmum apabila mendengar bacaan imam, baik Al Fatihahnya  maupun surat yang lain. Selain itu juga berdasarkan firman Allah Ta’ala,  “Dan apabila dibacakan Al Quran hendaklah kamu dengarkan ia dan diamlah  sambil memperhatikan (bacaannya), agar kamu diberi rahmat.” (Al-A’raaf :  204).</p>
<p>Ayat ini asalnya berbentuk umum yakni dimana saja kita mendengar  bacaan Al Quran, baik di dalam sholat maupun di luar sholat wajib diam  mendengarkannya walaupun sebab turunnya berkenaan tentang sholat. Tetapi  keumuman ayat ini telah menjadi khusus dan tertentu (wajibnya) hanya  untuk sholat, sebagaimana telah diterangkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid,  Sa’id bin Jubair, Adh Dhohak, Qotadah, Ibarahim An Nakhai, Abdurrahman  bin Zaid bin Aslam dan lain-lain. Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/280-281.</p>
<p>Cara Membaca Al Fatihah</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al-Fatihah pada  setiap roka’at. Membacanya dengan berhenti pada setiap akhir ayat  (waqof), tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya (washol)  berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud, Sahmi dan ‘Amr Ad Dani,  dishahihkan oleh Hakim, disetujui Adz Dzahabi.<br />
Jadi bunyinya:</p>
<p>BISMILLAHIRRRAHMANNIRRAHIM</p>
<p>kemudian berhenti,</p>
<p>ALHAMDULILLAHIRABBIL’ALAMIN</p>
<p>kemudian berhenti,</p>
<p>ARRAHMANIRRAHIM</p>
<p>Begitulah seterusnya sampai selesai ayat yang terakhir.</p>
<p>Terkadang beliau membaca: ( MAALIKI YAUMIDDIIN ) Atau dengan  memendekkan bacaan ‘maa’ menjadi: ( MALIKI YAUMIDDIIN ), Berdasarkan  riwayat yang mutawatir dikeluarkan oleh Tamam Ar Razi, Ibnu Abi Dawud,  Abu Nu’aim, dan Al Hakim. Hakim menshahihkannya, dan disetujui oleh  Adz-Dzahabi.</p>
<p>Seandainya Seseorang Belum Hafal Al-Fatihah</p>
<p>Bagi seseorang yang belum hafal Al Fatihah terutama bagi yang baru  masuk Islam, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan  solusinya. Nasehatnya untuk orang yang belum hafal Al-Fatihah (tentunya  dia tak berhak jadi Imam):</p>
<p>Ucapkanlah:</p>
<p>SUBHANALLAHI, WALHAMDULILLAHI, WA LAA ILAHA ILLALLAHU, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI</p>
<p>artinya: “Maha Suci Allah, Segala puji milik Allah, tiada Ilah (yang  haq) kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali  karena pertolongan Allah.” (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al Imam Abu  Dawud, Ibnu Khuzaimah, Hakim, Thabrani dan Ibnu Hibban disahihkan oleh  Hakim dan disetujui oleh Ad- Dzahabi).</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Jika kamu  hafal suatu ayat Al- Qur-an maka bacalah ayat tersebut, jika tidak maka  bacalah Tahmid, Takbir dan Tahlil.” (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud  dan At Tirmidzi dihasankan oleh At Tirmidzi, tetapi sanadnya shahih,  baca Shahih Abi Dawud hadits no. 807).</p>
<p>*MEMBACA AMIN<br />
Hukum Bagi Imam:</p>
<p>Membaca amin disunnahkan bagi imam sholat.</p>
<p>Dari Abu hurairah, dia berkata: “Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam, jika selesai membaca surat Ummul Kitab (Al Fatihah)  mengeraskan suaranya dan membaca aamin.” (Hadits dikeluarkan oleh Imam  Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Baihaqi, Ad Daraquthni dan Ibnu Majah, oleh Al  Albani dalam Al Silsilah Al Shahihah dikatakan sebagai hadits yang  berkualitas shahih)</p>
<p>“Bila Nabi selesai membaca Al-Fatihah (dalam sholat), beliau  mengucapkan aamiin dengan suara keras dan panjang.” (Hadits shahih  dikeluarkan oleh Al Imam Al- Bukhari dan Abu Dawud)<br />
Hadits tersebut mensyari’atkan para imam untuk mengeraskan bacaan amin,  demikian yang menjadi pendapat Al Imam Al Bukhari, As Syafi’i, Ahmad,  Ishaq dan para imam fikih lainnya. Dalam shahihnya Al Bukhari membuat  suatu bab dengan judul ‘baab jahr al imaan bi al ta miin’ (artinya: bab  tentang imam mengeraskan suara ketika membaca amin). Di dalamnya dinukil  perkataan (atsar) bahwa Ibnu Al- Zubair membaca amin bersama para  makmum sampai seakan-akan ada gaung dalam masjidnya.</p>
<p>Juga perkataan Nafi’ (maula Ibnu Umar): Dulu Ibnu Umar selalu membaca  aamiin dengan suara yang keras. Bahkan dia menganjurkan hal itu kepada  semua orang. Aku pernah mendengar sebuah kabar tentang anjuran dia akan  hal itu.”</p>
<p>Hukum Bagi Makmum:</p>
<p>Dalam hal ini ada beberapa petunjuk dari Nabi (Hadits), atsar para shahabat dan perkataan para ulama.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Jika imam membaca amiin maka hendaklah kalian juga membaca amiin.”<br />
Hal ini mengisyaratkan bahwa membaca amiin itu hukumnya wajib bagi  makmum. Pendapat ini dipertegas oleh Asy Syaukani. Namun hukum wajib itu  tidak mutlak harus dilakukan oleh makmum. Mereka baru diwajibkan  membaca aamiin ketika imam juga membacanya.</p>
<p>Adapun bagi imam dan orang yang sholat sendiri, maka hukumnya hanya sunnah. (lihat Nailul Authaar, II/262).</p>
<p>“Bila imam selesai membaca ghoiril maghdhuubi ‘alaihim  waladhdhooolliin, ucapkanlah amiin [karena malaikat juga mengucapkan  amiin dan imam pun mengucapkan amiin]. Dalam riwayat lain: “(apabila  imam mengucapkan amiin, hendaklah kalian mengucapkan amiin) barangsiapa  ucapan aminnya bersamaan dengan malaikat, (dalam riwayat lain  disebutkan: “bila seseorang diantara kamu mengucapkan amin dalam sholat  bersamaan dengan malaikat dilangit mengucapkannya), dosa-dosanya masa  lalu diampuni.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim, An  Nasai dan Ad Darimi)<br />
Syaikh Al Albani mengomentari masalah ini sebagai berikut:</p>
<p>“Aku berkata: Masalah ini harus diperhatikan dengan serius dan tidak  boleh diremehkan dengan cara meninggalkannya. Termasuk kesempurnaan  dalam mengerjakan masalah ini adalah dengan membarengi bacaan amin sang  imam, dan tidak mendahuluinya. (Tamaamul Minnah hal. 178)</p>
<p>*MEMBACA SURAH SETELAH AL FATIHAH<br />
Membaca surat Al Qur an setelah membaca Al Fatihah dalan sholat hukumnya  sunnah karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membolehkan  tidak membacanya. Membaca surat Al Quran ini dilakukan pada dua roka’at  pertama. Banyak hadits yang menceritakan perbuatan Nabi shallallahu  ‘alaihi wasallam tentang itu.</p>
<p>Panjang Pendeknya Surat Yang Dibaca</p>
<p>Pada sholat munfarid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca  surat-surat yang panjang kecuali dalam kondisi sakit atau sibuk,  sedangkan kalau sebagai imam disesuaikan dengan kondisi makmumnya  (misalnya ada bayi yang menangis maka bacaan diperpendek).</p>
<p>Rasulullah berkata: “Aku melakukan sholat dan aku ingin memperpanjang  bacaannya akan tetapi, tiba-tiba aku mendengar suara tangis bayi  sehingga aku memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya  karena tangis bayi itu.” (Muttafaq ‘alaih)</p>
<p>Cara Membaca Surat</p>
<p>Dalam satu sholat terkadang beliau membagi satu surat dalam dua  roka’at, kadang pula surat yang sama dibaca pada roka’at pertama dan  kedua. (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu  Ya’la, juga hadits shahih yang dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Al  Baihaqi atau riwayat dari Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim, disahkan  oleh Al Hakim disetujui oleh Ad Dzahabi)</p>
<p>Terkadang beliau membolehkan membaca dua surat atau lebih dalam satu  roka’at. (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan  At Tirmidzi, dinyatakan oleh At Tirmidzi sebagai hadits shahih)</p>
<p>Tata Cara Bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya membaca surat dengan  jumlah ayat yang berimbang antara roka’at pertama dengan roka’at kedua.  (berdasar hadits shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam sholat yang bacaannya dijahrkan Nabi membaca dengan keras dan  jelas. Tetapi pada sholat dzuhur dan ashar juga pada sholat maghrib pada  roka’at ketiga ataupun dua roka’at terakhir sholat isya’ Nabi  membacanya dengan lirih yang hanya bisa diketahui kalau Nabi sedang  membaca dari gerakan jenggotnya, tetapi terkadang beliau memperdengarkan  bacaannya kepada mereka tapi tidak sekeras seperti ketika di-jahr-kan.  (Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim dan  Abu Dawud)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering membaca suatu surat  dari awal sampai selesai selesai. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam  berkata: “Berikanlah setiap surat haknya, yaitu dalam setiap (roka’at)  ruku’ dan sujud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Abi Syaibah,  Ahmad dan ‘Abdul Ghani Al-Maqdisi)<br />
Dalam riwayat lain disebutkan: “Untuk setiap satu surat (dibaca) dalam  satu roka’at.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Nashr dan At  Thohawi)</p>
<p>Dijelaskan oleh Syaikh Al Albani: “Seyogyanya kalian membaca satu  surat utuh dalam setiap satu roka’at sehingga roka’at tersebut  memperoleh haknya dengan sempurna.” Perintah dalam hadits tersebut  bersifat sunnah bukan wajib.</p>
<p>Dalam membaca surat Al Quran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  melakukannya dengan tartil, tidak lambat juga tidak cepat -sebagaimana  diperintahkan oleh Allah- dan beliau membaca satu per satu kalimat,  sehingga satu surat memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding kalau  dibaca biasa (tanpa dilagukan). Rasulullah berkata bahwa orang yang  membaca Al Quran kelak akan diseru: “Bacalah, telitilah dan tartilkan  sebagaimana kamu dulu mentartilkan di dunia, karena kedudukanmu berada  di akhir ayat yang engkau baca.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu  Dawud dan At Tirmidzi, dishahihkan oleh At Tirmidzi)</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat Al Quran  dengan suara yang bagus, maka beliau juga memerintahkan yang demikian  itu: “Perindahlah/hiasilah Al Quran dengan suara kalian [karena suara  yang bagus menambah keindahan Al Quran].” (Hadits dikeluarkan oleh Al  Imam Al Bukhari , Abu Dawud, Ad Darimi, Al Hakim dan Tamam Ar Razi)</p>
<p>“Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak melagukan Al Quran.”  (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Al Hakim, dishahihkan oleh Al  Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi)</p>
<p>*RUKU’<br />
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al Quran kemudian berhenti sejenak,</p>
<p>Kemudian mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika  takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk  (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang, dengan punggung dan  kepala lurus sejajar lantai). Berdasarkan beberapa hadits, salah  satunya dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat  kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya, hal itu dilakukan ketika  bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari  ruku’ ….” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim dan Malik)</p>
<p>Cara Ruku’<br />
Beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya,</p>
<p>Demikian beliau juga memerintahkan kepada para shahabatnya.  “Bahwasanya nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (ketika ruku’) meletakkan  kedua tangannya pada kedua lututnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam  Al Bukhari dan Abu Dawud)<br />
Menekankan tangannya pada lututnya.</p>
<p>“Jika kamu ruku’ maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan  bentangkanlah (luruskan) punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku’.”  (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu Dawud)</p>
<p>Merenggangkan jari-jemarinya</p>
<p>“Beliau merenggangkan jari-jarinya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam  Al Hakim dan dia menshahihkannya, Adz Dzahabi dan At Thayalisi  menyetujuinya)<br />
Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.</p>
<p>“Beliau bila ruku’, meluruskan dan membentangkan punggungnya sehingga  bila air dituangkan di atas punggung beliau, air tersebut tidak akan  bergerak.” (Hadits di keluarkan oleh Al Imam Thabrani, ‘Abdullah bin  Ahmad dan ibnu Majah)<br />
Antara kepala dan punggung lurus, kepala tidak mendongak tidak pula menunduk tetapi tengah-tengah antara kedua keadaan tersebut</p>
<p>“Beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya.”(Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Bukhari)</p>
<p>“Sholat seseorang sempurna sebelum dia melakukan ruku’ dan sujud  dengan meluruskan punggungnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu  ‘Awwanah, Abu Dawud dan Sahmi dishahihkan oleh Ad-Daraquthni)</p>
<p>Thumaninah/Bersikap Tenang</p>
<p>Beliau pernah melihat orang yang ruku’ dengan tidak sempurna dan  sujud seperti burung mematuk, lalu berkata: “Kalau orang ini mati dalam  keadaan seperti itu, ia mati diluar agama Muhammad [sholatnya seperti  gagak mematuk makanan] sebagaimana orang ruku’ tidak sempurna dan  sujudnya cepat seperti burung lapar yang memakan satu, dua biji kurma  yang tidak mengenyangkan.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Ya’la,  Al Ajiri, Al Baihaqi, Adh Dhiya’ dan Ibnu Asakir dengan sanad shahih,  dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)<br />
Memperlama Ruku’</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ruku’, berdiri setelah  ruku’ dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya.”  (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Yang Dibaca Ketika Ruku’</p>
<p>Do’a yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada beberapa  macam, semuanya pernah dibaca oleh beliau jadi kadang membaca ini  kadang yang lain.</p>
<p>سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ<br />
“Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung”.(Dibaca tiga kali). [HR. Penyusun  kitab Sunan dan Imam Ahmad, lihat Shahih At-Tirmidzi 1/83.]</p>
<p>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ.<br />
“Maha Suci Engkau, ya Allah! Tuhanku, dan dengan pujiMu. Ya Allah! Ampunilah dosaku.” [HR. Al-Bukhari 1/99 dan Muslim 1/350.]</p>
<p>سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ.<br />
“Engkau, Tuhan Yang Maha Suci (dari kekurangan dan hal yang tidak layak  bagi kebesaranMu), Maha Agung, Tuhan malaikat dan Jibril.” [HR. Muslim  1/353 dan Abu Dawud 1/230]<br />
اَللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ  لَكَ سَمْعِيْ وَبَصَرِيْ وَمُخِّيْ وَعَظْمِيْ وَعَصَبِيْ وَمَا  اسْتَقَلَّ بِهِ قَدَمِيْ.</p>
<p>“Ya Allah, untukMu aku ruku’. KepadaMu aku beriman, kepadaMu aku  menyerah. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, sarafku dan  apa yang berdiri di atas dua tapak kakiku, telah merunduk dengan khusyuk  kepadaMu.” [HR. Muslim 1/534, begitu juga empat imam hadis, kecuali  Ibnu Majah]</p>
<p>سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.</p>
<p>Maha Suci (Allah) Yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan  Keagungan. [HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dan sanadnya  hasan.]</p>
<p>Yang Dilarang Ketika Ruku’</p>
<p>Larangan disini adalah larangan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi  wasallam bahwa sewaktu ruku’ kita tidak boleh membaca Al Quran.  Berdasarkan hadits: “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  melarang membaca Al Quran dalam ruku’ dan sujud.” (Hadits dikeluarkan  oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah)</p>
<p>“Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al Quran sewaktu ruku’ dan  sujud…” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah)</p>
<p>*I’TIDAL (BANGKIT DARI RUKU’)<br />
Cara i’tidal dari ruku’</p>
<p>Setelah ruku’ dengan sempurna dan selesai membaca do’a, maka kemudian  bangkit dari ruku’ (i’tidal). Waktu bangkit tersebut membaca  (SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH) disertai dengan mengangkat kedua tangan  sebagaimana waktu takbiratul ihrom.<br />
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.</p>
<p>“Semoga Allah mendengar pujian orang yang memujiNya.” [HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 2/282].</p>
<p>Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits, diantaranya: Dari  Abdullah bin Umar, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua  tangannya sampai setentag kedua pundaknya, hal itu dilakukan ketika  bertakbir mau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku’  sambil mengucapkan SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH…”(Hadits dikeluarkan oleh  Al Bukhari, Muslim dan Malik).</p>
<p>Yang Dibaca Ketika I’tidal dari Ruku’</p>
<p>Seperti ditunjuk hadits di atas ketika bangkit (mengangkat kepala) dari ruku’ itu membaca: (SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH)</p>
<p>Kemudian ketika sudah tegak dan selesai bacaan tersebut disahut dengan bacaan:</p>
<p>رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.</p>
<p>“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji, aku memujiMu dengan pujian  yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.” [HR. Al-Bukhari dalam  Fathul Baari 2/284.]</p>
<p>Kadang ditambah dengan bacaan:</p>
<p>مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ اْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.</p>
<p>أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ،  وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ  مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.</p>
<p>(Aku memujiMu dengan) pujian sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh  apa yang di antara keduanya, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah  itu.</p>
<p>Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan, Yang paling berhak  dikatakan oleh seorang hamba dan kami seluruhnya adalah hambaMu. Ya  Allah tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak  ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat  kekayaan bagi orang yang memilikinya (kecuali iman dan amal shalihnya),  hanya dariMu kekayaan itu. [HR. Muslim 1/346.]</p>
<p>Cara I’tidal</p>
<p>Adapun dalam tata cara i’tidal ulama berbeda pendapat menjadi dua  pendapat, pertama mengatakan sedekap dan yang kedua mengatakan tidak  bersedekap tapi melepaskannya. kedua duanya boleh dan sama-sama ada  dalilnya. Bagi yang hendak mengerjakan pendapat yang pertama tidak  apa-apa dan bagi siapa yang mengerjakan sesuai dengan pendapat kedua  tidak mengapa. Wallaahu a’lamu bishshawab.</p>
<p>Thumaninah dan Memperlama Dalam I’tidal</p>
<p>“Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak  [sehingga tiap- tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya].”  (dalam riwayat lain disebutkan: “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah  punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan  ke tempatnya).” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim,  dan riwayat lain oleh Ad Darimi, Al Hakim, As Syafi’i dan Ahmad)</p>
<p>Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri terkadang dikomentari  oleh shahabat: “Dia telah lupa” [karena saking lamanya berdiri]. (Hadits  dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim dan Ahmad)</p>
<p>*SUJUD<br />
Sujud dilakukan setelah i’tidal thumaninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…dst).</p>
<p>Cara Sujud</p>
<p>Dengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan  (setentang pundak atau daun telinga) seraya bertakbir, badan turun  condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkan kedua lutut  terlebih dahulu baru kemudian meletakkan kedua tangan pada tempat kepala  diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menekankan  hidung dan kening ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun  telinga).</p>
<p>Dari Wail bin Hujr, berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum  kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua  lututnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi  An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ad- Daarimy)</p>
<p>“Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An Nasa’i dan Daraquthni)</p>
<p>“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya  [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke  arah kiblat.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al Hakim,  Al-Baihaqi)</p>
<p>“Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi)</p>
<p>“Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An Nasa’i)</p>
<p>Cara Sujud</p>
<p>Bersujud pada 7 anggota badan, yakni jidat/kening/dahi dan hidung  (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal  ini berdasar hadits:</p>
<p>Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:  “Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah  untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus  hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut,  jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan  rambut kepala.” (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama’ah)</p>
<p>Dilakukan dengan menekan</p>
<p>“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)</p>
<p>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya  dan bagian depan telapak kaki ke tanah.” (Hadits dikeluarkan oleh Al  Imam Al Baihaqi)</p>
<p>Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi lambung.</p>
<p>Dari Abu Humaid As-Sa’diy, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam  bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan  kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua  bahu beliau.” (Diriwayatkan oleh Al Imam At Tirmidzi)</p>
<p>Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau ‘alaihi wasallam bersabda:<br />
“Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua  lengannya seperti anjing menghamparkan kakinya.” (Diriwayatkan oleh Al  Jama’ah kecuali Al Imam An Nasai, lafadhz ini bagi Al Imam Al Bukhari)</p>
<p>“Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari  lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang”  (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha</p>
<p>Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu ‘alaihi  wa sallam berkata: “Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua  pahanya (dengan) tidak menopang perutnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al  Imam Abu Dawud)</p>
<p>Merapatkan jari-jemari</p>
<p>Dari Wail, bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wasallam jika sujud maka  merapatkan jari-jemarinya. (Diriwayatkan oleh Al Imam Al Hakim)</p>
<p>Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit</p>
<p>Berkata Aisyah isteri Nabi shalallau ‘alaihi wasallam: “Aku  kehilangan Rasulullah shalallau ‘alaihi wasallam padahal beliau tadi  tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan  merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke  kiblat, aku dengar…” (Diriwayatkan oleh Al Imam Al Hakim dan Ibnu  Huzaimah)</p>
<p>Thumaninah dan sujud dengan lama</p>
<p>Sebagaimana rukun sholat yang lain mesti dikerjakan dengan  thumaninah. Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau bersujud  biasanya lama.</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ruku’, berdiri setelah  ruku’ dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya.”  (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas</p>
<p>“Para shahabat sholat berjama’ah bersama Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam pada cuaca yang panas. Bila ada yang tidak sanggup  menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnya kemudian  sujud di atasnya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)</p>
<p>Bacaan Sujud<br />
Rasulullah membaca</p>
<p>سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى<br />
“Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi (dari segala kekurangan dan hal  yang tidak layak). Dibaca tiga kali” [HR. Para penyusun kitab Sunan dan  Imam Ahmad. Lihat Shahih At-Tirmidzi 1/83.]</p>
<p>سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ.</p>
<p>“Maha Suci Engkau. Ya Allah, Tuhan kami, aku memujiMu. Ya Allah, ampunilah dosaku.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]</p>
<p>سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ.</p>
<p>“Engkau Tuhan Yang Maha Suci, Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.” [HR. Muslim 1/533]</p>
<p>اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ  وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ،  تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ.</p>
<p>Ya Allah, untukMulah aku bersujud, kepadaMulah aku beriman, kepadaMu  aku menyerahkan diri, wajahku bersujud kepada Tuhan yang menciptakannya,  yang membentuk rupanya, yang membelah (memberikan) pendengarannya,  penglihatannya, Maha Suci Allah sebaik baik Pencipta. [HR. Muslim 1/534,  begitu juga imam hadits yang lain]</p>
<p>سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ.</p>
<p>Maha suci Tuhan yang memiliki Keperkasaan, Kerajaan, Kebesaran dan  Keagungan. [HR. Abu Dawud 1/230, An-Nasai dan Ahmad. Dinyatakan shahih  oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/166.]</p>
<p>اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ وَسِرَّهُ.</p>
<p>“Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku yang kecil dan besar, yang telah  lewat dan yang akan datang, yang kulakukan dengan terang-terangan dan  yang tersembunyi.” [HR. Muslim 1/350.]</p>
<p>اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ،  وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ  ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dengan keridhaanMu  (agar selamat) dari kebencianMu, dan dengan keselamatanMu (agar  terhindar) dari siksaanMu. Aku tidak membatasi pujian kepadaMu. Engkau  (dengan kebesaran dan keagunganMu) adalah sebagaimana pujianMu kepada  diriMu.” [HR. Muslim 1/532.]</p>
<p>Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud</p>
<p>“Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al Quran sewaktu ruku’ dan  sujud…” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu ‘Awwanah).</p>
<p>BANGUN DARI SUJUD PERTAMA</p>
<p>Setelah sujud pertama -dimana dalam setiap roka’at ada dua sujud-  maka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara dua sujud. Dalam  bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadang mengangkat  tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim).</p>
<p>“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir” (Hadits dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim)</p>
<p>*DUDUK DIANTARA 2 SUJUD<br />
Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada  roka’at pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua  sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki  kiri dan kaki kanan ditegakkan) dan duduk iq’a (duduk dengan menegakkan  kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit).</p>
<p>Hal ini berdasar hadits:Dari Aisyah berkata: “Dan Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan  kaki yang kanan, baliau melarang dari duduknya syaithan.” (Diriwayatkan  oleh Ahmad dan Muslim)</p>
<p>Syaikh Al Albani berkata, duduknya syaithan adalah dua telapak kaki  ditegakkan kemudian duduk dilantai antara dua kaki tersebut dengan dua  tangan menekan dilantai.</p>
<p>Dari Rifa’ah bin Rafi’ -dalam haditsnya- dan berkata Rasul  shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila engkau sujud maka tekankanlah  dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri.”  (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud)</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang duduk iq’a, yakni duduk  dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya. (Hadits dikeluarkan  oleh Muslim)</p>
<p>Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat:<br />
Beliau menegakkan kaki kanannya (Al Bukhari)<br />
Menghadapkan jari-jemarinya ke kiblat (An Nasai)</p>
<p>Bacaannya<br />
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ.</p>
<p>“Wahai Tuhanku, ampunilah dosaku, wahai Tuhanku, ampunilah dosaku.” [HR. Abu Dawud 1/231, lihat Shahih Ibnu Majah 1/148]</p>
<p>اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَارْفَعْنِي.</p>
<p>“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, tunjukkanlah  aku (ke jalan yang benar), cukupkanlah aku, selamatkan aku (tubuh sehat  dan keluarga terhindar dari musibah), berilah aku rezeki (yang halal)  dan angkatlah derajatku.” [HR. Ashhabus Sunan, kecuali An-Nasai. Lihat  Shahih Tirmidzi 1/90 dan Shahih Ibnu Majah 1/148.]</p>
<p>Dan tidak ada dalil ucapan WA’FUANI</p>
<p>*MENUJU RAKAAT BERIKUTNYA<br />
Pada masalah ini ada dua tempat/kondisi, yaitu :</p>
<p>1. Bangkit menuju roka’at berikut dari posisi sujud kedua pada akhir roka’at pertama dan ketiga.<br />
2. Bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal pada roka’at kedua.</p>
<p>Pertama</p>
<p>Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir roka’at pertama  dan ketiga) didahului dengan duduk istirahat atau tanpa duduk istirahat,  bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan. Ketika  bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu  pada pahanya.</p>
<p>Tangan bertumpu pada satu pahanya</p>
<p>Dari Wail bin Hujr, “Maka tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersujud dia meletakkan kedua lututnya ke lantai sebelum meletakkan  kedua tangannya …..dan apabila bangkit dia bangkit atas kedua lututnya  dengan bertumpu pada satu paha.” (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud)</p>
<p>Tangan bertumpu pada lantai (tempat sujud)</p>
<p>Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertumpu pada lantai  ketika bangkit ke roka’at kedua. (Hadits dikeluarkan oleh AlBukhari)</p>
<p>Disela duduk istirahat</p>
<p>Dari Malik bin Huwairits bahwasanya di malihat Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam sholat, maka bila pada roka’at yang ganjil tidaklah  beliau bangkit sampai duduk terlebih dulu dengan lurus.” (Hadits  dikeluarkan oleh Al Bukhari, Abu Dawud dan At- Tirmidzi)</p>
<p>Kedua</p>
<p>Bangkit dari duduk tasyahhud awwal (dari roka’at kedua) dengan  mengangkat kedua tangan seraya bertakbir seperti pada takbiratul ihram.</p>
<p>Mengangkat tangan ketika takbir</p>
<p>Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bangkit dari duduknya  mengucapkan takbir, kemudian berdiri (Hadits dikeluarkan oleh Abu Ya’la)</p>
<p>*DUDUK TASYAHHUD AWAL DAN AKHIR<br />
Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat</p>
<p>Tempat dilakukannya</p>
<p>Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah  roka’atnya sama dengan atau lebih dari dua (2), pada sholat wajib  dilakukan pada roka’at yang ke-2. Sedang duduk tasyahhud ahir dilakukan  pada roka’at yang terakhir. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang  kedua.<br />
Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir</p>
<p>Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri)</p>
<p>sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai)</p>
<p>Pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.</p>
<p>Dari Abi Humaid As-Sa’idiy tentang sifat sholat Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam, dia berkata, “Maka apabila Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam duduk dalam dua roka’at (-tasyahhud awwal) beliau  duduk diatas kaki kirinya dan bila duduk dalam roka’at yang akhir  (-tasyahhud akhir) beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat  kedudukannya (lantai dll).” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)</p>
<p>Letak tangan ketika duduk</p>
<p>Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan  sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan  penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar  di paha kiri<br />
Dari Ibnu ‘Umar berkata Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila  duduk di dalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan  mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya  yang kiri diatas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya.” (Hadits  dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i).</p>
<p>Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidak</p>
<p>Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir,  berisyarat dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya.  Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak  digerak-gerakkan.</p>
<p>“Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan  menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan  ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam  jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau  maka aku lihat beliau menggerak- gerakkannya berdo’a dengannya.” (Hadits  dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).</p>
<p>“Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa  dan tidak menggerakannya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).</p>
<p>Mengangkat jari telunjuk dari awal tasyahud hingga akhir<br />
Madzhab kebanyakan orang-orang Syafiiyyah menyatakan bahwa disunnahkan  berisyarat dengan jari telunjuk kemudian diangkat jari telunjuk tersebut  ketika mencapai kata hamzah dari kalimat Laa ilaaha illallah. Hal ini  disebutkan oleh Imam An Nawawy dalam Al-Majmu’ 3/434 dan dalam Minhaj  Ath-Tholibin hal.12.</p>
<p>Dan hal yang sama disebutkan oleh Imam Ash-Shon’any dalam Subulus  Salam 1/362 dan beliau tambahkan bahwa hal tersebut berdasarkan hadits  yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqy.<br />
Namun tidak ada keraguan bahwa yang disyariatkan dalam hal ini adalah  mengangkat jari telunjuk dari awal tasyahud hingga akhir. Hal ini  berdasarkan hadits-hadits shohih yang sangat banyak jumlahnya yang telah  tersebut sebagiannya pada jawaban pertanyaan no.1 yang menjelaskan  bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wasallam ketika duduk tasyahud beliau  menggenggam jari-jari beliau lalu membuat lingkaran kemudian mengangkat  telunjuknya, maka dzahir hadits ini menunjukkan beliau mengangkat jari  telunjuk dari awal tasyahud sampai akhir.</p>
<p>Adapun bantahan terahadap madzhab orang-orang Syafiiyyah maka jawabannya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Baihaqy itu adalah hadits  Khafaf bin Ima’ dan di dalam sanadnya ada seorang lelaki yang tidak  dikenal maka ini secara otomatis menyebabkan hadits ini lemah.<br />
2. Hal yang telah disebutkan bahwa dzohir hadits-hadits yang shohih  menunjukkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengangkat jari  telunjuk dari awal hingga ahir menyelisihi hadits yang diriwayatkan oleh  Al-Baihaqy tersebut sehingga ini semakin mempertegas lemahnya riwayat  Al-Baihaqy tersebut.<br />
3. Orang-orang Syafiiyyah sendiri tidak sepakat tentang sunnahnya  mengangkat jari telunjuk ketika mencapai huruf hamzah dari kalimat Laa  Ilaaha Illallah, karena Imam An-Nawawy dalam Al-Majmu’ 3/434 menukil  dari Ar-Rafi’y (salah seorang Imam besar dikalangan Syafiiyyah) yang  menyatakan bahwa tempat mengangkat jari telunjuk adalah pada seluruh  tasyahud dari awal hingga akhir.</p>
<p>4. Hal yang disebutkan oleh orang Syafiiyyah ini tidak disebutkan di  dalam madzhab para ulama yang lain. Ini menunjukkan bahwa yang dipakai  oleh para ulama adalah mengangkat jari telunjuk pada seluruh tasyahud  dari awal hingga akhir.</p>
<p>Kesimpulan :<br />
JJadi yang benar di dalam masalah ini adalah bahwa jari telunjuk  disyariatkan untuk diangkat dari awal tasyahud hingga akhir dan tidak  mengangkatnya nanti ketika mencapai huruf hamzah dari kalimat Laa Ilaaha  Illallah.<br />
Membaca do’a At-Tahiyyaat dan As-Sholawaat</p>
<p>Do’a tahiyyat ini ada beberapa riwayat, untuk hendaklah dipilih yang  kuat dan lafadhznya belum ditambah-tambah. Salah satu contoh riwayat  yang baik adalah sebagai berikut:<br />
Berkata Abdullah : beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :  sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu  mengucapkan:<br />
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ  عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ  عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ  إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</p>
<p>“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan  kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu  juga rahmat dan berkahNya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada  kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan  yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah  hamba dan utusanNya.” [HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 1/13 dan Imam  Muslim 1/301]</p>
<p>اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا  صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ  مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ  حَمِيْدُ مَجِيْدٌ.</p>
<p>“Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya,  sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan  keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah  berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau  umatnya), sebagai-mana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan  keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.” [HR.  Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/408.]</p>
<p>Berdo’a berlindung dari empat (4) hal.</p>
<p>Hal ini dilakukan pada duduk tasyahhud akhir saja.</p>
<p>…..Apabila kamu telah selesai bertasyahhud akhir maka…(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)</p>
<p>Agar tidak menyalahi riwayat -hadits Rasul shallallahu ‘alaihi wa  sallam- ini maka dalam tasyahhud awwal bacaannya berhenti sampai membaca  sholawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedang ta’awudz  (berlindung dari 4 hal) ini dibaca hanya ketika tasyahhud akhir.</p>
<p>اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ  عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ  فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.</p>
<p>“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur,  siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari  kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” [HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim  1/412. Lafazh hadits ini dalam riwayat Muslim]</p>
<p>refrensi &#8211;&gt; http://syariftambakoso.wordpress.com</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=57&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2010/08/28/mari-kawandkita-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Marmut Merah Jambu-nya Raditya Dika</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/marmut-merah-jambu-nya-raditya-dika/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/marmut-merah-jambu-nya-raditya-dika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[hehehe&#8230; blum2 ku dah mau ketawa sebelum nulis ni blog.. gimana gk mau ketawa coba&#8230; gambar disebelah tu klo d pandang2 dah bikin perut pusing&#8230; eh salah&#8230; mules maksudnya&#8230; ceile.. kek habis makan cabe ja yak pake acara mules sgala,,, haha.. (ampun bang dika ampun)&#8230; siapa itu bang dika? it lho gambar orangnya ada di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=42&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/marmut-merah-jambu-raditya-dika.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-44" title="marmut merah jambu raditya dika" src="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/marmut-merah-jambu-raditya-dika.jpg?w=570" alt=""   /></a> hehehe&#8230; blum2 ku dah mau ketawa sebelum nulis ni blog.. gimana gk mau ketawa coba&#8230; gambar disebelah tu klo d pandang2 dah bikin perut pusing&#8230; eh salah&#8230; mules maksudnya&#8230; ceile.. kek habis makan cabe ja yak pake acara mules sgala,,, haha.. (ampun bang dika ampun)&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>siapa itu bang dika? it lho gambar orangnya ada di cover buku MMJ alias Marmut Merah Jambu&#8230; bang dika inilah si penulis buku tersebut.. wee.. aku ni spanya bang dika yak? qok dah manggil abang2 ja&#8230; haha&#8230; ngikut2 manggil kek di dalam critanya mksdnya&#8230; biar kliatan akrab&#8230;hihi..</p>
<p>so&#8230;kalau kalian2 mau kenal lebih jauh tentang bang dika ini.. buka ja langsung blog nya.. ni dia alamatnya <a href="http://radityadika.com/">http://radityadika.com/</a><br />
disitu kalian bakal ketawa guling2 kalau baca blognya.. terus bakal tercengang karena karyanya mang udah banyak.. yang paling fenomenal ya itu&#8230; karya pertamanya si Kambing Jantan.. dan itu sudah di filmkan&#8230; gak tau juga tentang filmnya?<br />
waah&#8230; brarti anda2 kurang GAUL.. hihihi.. (lah org dah diputer di tv je)</p>
<p>Ngomong2 tentang MMJ.. ni adalah karya nya raditya dika yang agak beda.. soalnya di MMJ ini.. bakal mambahas abis2an tentang percintaan.. nah lho kan..pasti seru dunk.. raditya dika gitju.. pasti mengemasnya dalam bentuk humor..<br />
wkwkwkkw&#8230; tapi yang paling mengesankan buat aq saat baca ni buku tu pas critanya si Edgar (adek bang dika) pas mau khitan.. haha..ngakak habis deh pokoknya&#8230;<br />
Mari&#8230; selamat mancari bukunya..dan baca sampai habis&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=42&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/marmut-merah-jambu-nya-raditya-dika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/marmut-merah-jambu-raditya-dika.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">marmut merah jambu raditya dika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wanita sholihah simbol perhiasan dunia</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/wanita-sholihah-simbol-perhiasan-dunia/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/wanita-sholihah-simbol-perhiasan-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 15:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Para sahabat,teman,sodara.. yang ada diluar sana&#8230; ku persembahkan ini buat kalian semua.. ini bukti sayangku terhadap kalian,terlebih jika kalian sedang mengalami sebuah masalah dalam memilih seorang pasangan hidup&#8230; Pada hakekatnya didalam islam telah dijelaskan sedemikian rupa dalam memilih seorang istri atau suami&#8230; berikut adalah salah satu artikel yang ku dapet.. dan sepertinya memang PAS jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=39&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para sahabat,teman,sodara.. yang ada diluar sana&#8230; ku persembahkan ini buat kalian semua.. ini bukti sayangku terhadap kalian,terlebih jika kalian sedang mengalami sebuah masalah dalam memilih seorang pasangan hidup&#8230;</p>
<p>Pada hakekatnya didalam islam telah dijelaskan sedemikian rupa dalam memilih seorang istri atau suami&#8230; berikut adalah salah satu artikel yang ku dapet.. dan sepertinya memang PAS jika kalian membacanya&#8230;</p>
<p>Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga  mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan  hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun  saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat  kita.</p>
<p>Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah  mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai  dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih  pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang  Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang  berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya. Wanita yang akan menjadi  istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi  anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah  tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi  anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap  pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.</p>
<p>Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup  untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang  disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?</p>
<p><span id="more-39"></span><strong><br />
A. Kriteria Memilih Calon Istri</strong></p>
<p>Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :</p>
<p>1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan  berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui  tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :</p>
<p>Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa  Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara,  karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu  pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun  ‘Alaihi)</p>
<p>Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri  dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.</p>
<p>Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :</p>
<p>“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka  beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita  musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)</p>
<p>Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :</p>
<p>“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan  laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan  wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki  yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur :  26)</p>
<p>Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan  ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah  Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah  Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :</p>
<p>“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi  memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An  Nisa’ : 34)</p>
<p>Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.</p>
<p>“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)</p>
<p>2. Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :</p>
<p>Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam  bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR.  Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)</p>
<p>Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh  kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat  laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.</p>
<p>Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan  anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang  perlu diketahui :</p>
<p>a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari  kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para  spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang  baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak,  disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan  kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara  sempurna.</p>
<p>b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah  menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak  melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.</p>
<p>3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.</p>
<p>Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat  yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari  hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam  berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan.  Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri.  Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya  kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya.  Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak  mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan  yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua.  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah  menikahi seorang gadis :</p>
<p>Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya  mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir  berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya  menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak  menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain  denganmu.”</p>
<p>4. Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.</p>
<p>Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas.</p>
<p>Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi  cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.</p>
<p>Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.</p>
<p><strong>B. Kriteria Memilih Calon Suami</strong></p>
<p>1. Islam.</p>
<p>Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam  memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang  menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :</p>
<p>“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan  wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang  Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka  mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan  izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya)  kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah :  221)</p>
<p>2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.</p>
<p>Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami,  maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan  taat beragama.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan  akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak  melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan  tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)</p>
<p>Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan  meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan  kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian.  Sebagaimana firman Allah Ta’ala :</p>
<p>“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan  orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan  hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan  memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya)  lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)</p>
<p>Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai  ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah  tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan  menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia  akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina  keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik  anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah  tangga dengan tenaga dan nafkah.</p>
<p>Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak  sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa  Sallam yaitu :</p>
<p>Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin  (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu  kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)</p>
<p>Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan  berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata  pada seorang laki-laki :</p>
<p>“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika  laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak  menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”</p>
<p>Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya  mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya  kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara  dekatnya.</p>
<p>Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa  sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan  tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya.  Wallahu A’lam Bis Shawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=39&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2010/08/25/wanita-sholihah-simbol-perhiasan-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya mendapatkan theme yang pas</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2010/08/21/akhirnya-mendapatkan-theme-yang-pas/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2010/08/21/akhirnya-mendapatkan-theme-yang-pas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 06:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[wuih&#8230;. lama sekali ni blog gk di update&#8230; gimana bisa update,secara dulu blog ini ku buat gara2 dapet tugas waktu praktikum&#8230; asdosnya mau nilai kalau blog yang dipake adalah kalau gk wordpress.com ya domain2 gratis..  lah aku punyanya blogspot.com ngomong2 masalah theme antara wordpress dan blogspot mang beda.. dari tampilan header sampe ke widget2nya pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=33&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wuih&#8230;. lama sekali ni blog gk di update&#8230; gimana bisa update,secara dulu blog ini ku buat gara2 dapet tugas waktu praktikum&#8230; asdosnya mau nilai kalau blog yang dipake adalah kalau gk wordpress.com ya domain2 gratis..  lah aku punyanya <span style="text-decoration:line-through;">blogspot.com</span></p>
<p>ngomong2 masalah theme antara wordpress dan<span style="text-decoration:line-through;"> blogspot</span> mang beda.. dari tampilan header sampe ke widget2nya pun berbeda.. lbih enak dipandang wordpress (bukan karena ini lagi pke wordpress lho <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) tapi emang pilihannya lebih bnyak&#8230;</p>
<p>dan theme yang sekarang saya pake,adalah salah satu theme yang saya cari2 slama ini.. soalnya bberapa kali ganti2 gk pas d hati gt.. (halah,bahasnya)hihihi&#8230;</p>
<p>ni dia tampilannya..</p>
<p><a href="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/wp.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-34" title="wp" src="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/wp.jpg?w=570" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=33&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2010/08/21/akhirnya-mendapatkan-theme-yang-pas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2010/08/wp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkenalkan ini php</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/perkenalkan-ini-php/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/perkenalkan-ini-php/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[PHP Singkatan dari : .PHP: Hipertext Preprocessor.. . PHP adalah bahasa pemrograman untuk web (hanya untuk web) yang mampu mengolah data (dari user dan atau database, termasuk database oracle) . PHP pada kata .PHP: Hipertext Preprocessor. kepanjangan dari Personal Home page tools. . Dibuat pertama kali oleh : Rasmus Lerdorf. Digunakan pertama kali oleh Pa’ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=29&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">PHP Singkatan dari : .PHP: Hipertext Preprocessor..</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">. PHP adalah bahasa pemrograman untuk web (hanya untuk web) yang mampu mengolah data</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">(dari user dan atau database, termasuk database oracle)</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">. PHP pada kata .PHP: Hipertext Preprocessor. kepanjangan dari Personal Home page tools.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">. Dibuat pertama kali oleh : Rasmus Lerdorf.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Digunakan pertama kali oleh Pa’ Rasmus untuk melihat / memonitor pengunjung web pada</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">home page pribadinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Beberapa data penting :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">. DocumentRoot : /var/www/html</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">. http:// : </span><span style="color:#000081;" lang="PT-BR">http://localhost </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">atau </span><span style="color:#000081;" lang="PT-BR">http://127.0.0.1</span><span style="color:black;" lang="PT-BR">, bagi anda yang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">mempunyai alamat IP (bukan loopback) gunakan h ttp :</span><span style="color:#000081;" lang="PT-BR">/ /alama t</span><span style="color:black;" lang="PT-BR">_ ip atau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:#000081;" lang="PT-BR">http://nama_host</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">. Direktory file konfirgurasi apache : /etc/httpd/conf/</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">. file konfigurasi : httpd2.conf (pada mandrake ada file lagi yakni</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;">commonhttpd.conf)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;">. Menjalankan Apache : service httpd start atau /etc/rc.d/init.d/httpd start (pada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Mandrake)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">.Semua file yang anda taruh pada /var/www/html</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">akan dapat handa kunjungi melalui </span><span style="color:#000081;" lang="PT-BR">ht tp:/ / loc alhos t </span><span style="color:black;" lang="PT-BR">,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">misalnya anda membuat sebuah file html dengan nama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">test.html kemudian disimpan pada /var/www/html, maka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">anda mengunjunginya dengan </span><span style="color:#000081;" lang="PT-BR"><a href="http://localhost/test.html">http://localhost/test.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:#000081;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="color:#000081;" lang="PT-BR"><span id="more-29"></span></span>contoh script php sederhana</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:442.8pt;padding:0 5.4pt;" width="590" valign="top">
<p style="line-height:150%;">&lt;html&gt;<br />
&lt;head&gt;<br />
&lt;title&gt;Halo PHP<br />
&lt;/title&gt;<br />
&lt;/head&gt;<br />
&lt;body&gt;<br />
&lt;?php<br />
phpinfo();<br />
?&gt;<br />
&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="line-height:150%;">
<p style="line-height:150%;">nah di atas itu adalah contoh PHP paling sederhana, buat ngejalaninnya kita mesti punya server dulu di komputer kita, kalo linux bisa pake apache atau wamp kalo di windows, filenya disimpen di folder www.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;">Pengenalan variable</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> &lt;!&#8211;  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	mso-fareast-font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &#8211;&gt; <!--[if gte mso 10]&gt;--><br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:&#8221;Table Normal&#8221;;<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:&#8221;";<br />
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0cm;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;;<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em>Script</em> ini akan mengenalkan kepada anda penggunaan variabel. Perlu diingat disini, variabel adalah <em>case sensitive</em>. Variabel dimulai dengan tanda dollar ($).</p>
<p><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="SV"> </span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:442.8pt;padding:0 5.4pt;" width="590" valign="top">
<p style="line-height:150%;">&lt;?php<br />
//variabel dideklarasikan<br />
$tanggal = date(”d F Y”);<br />
$nama = “Fitri”;<br />
//variabel dipanggil<br />
print (”$tanggal &lt;br /&gt;”);<br />
print (”$nama, selamat datang di pengenalan variabel”);<br />
?&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p style="line-height:150%;">Contoh di atas itu kalau variabelnya ada di dalam satu file,tapi kalo filenya beda, cara panggil variabelnya agak diubah contohnya seperti di bawah ini</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:442.8pt;padding:0 5.4pt;" width="590" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">body&gt;<br />
&lt;form action=”keluar.php”method=”post”&gt;<br />
Nama Anda :<br />
&lt;input type=”text” name=”nama”&gt;&lt;br /&gt;<br />
Kuliah di :<br />
&lt;input type=”text” name=”kampus”&gt;&lt;br /&gt;<br />
&lt;input type=”submit”&gt;&lt;inputtype=”reset”&gt;<br />
&lt;/form&gt;<br />
&lt;/body&gt;</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="line-height:150%;">terus file Keluarannya</p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:442.8pt;padding:0 5.4pt;" width="590" valign="top">
<p style="line-height:150%;">&lt;body&gt;<br />
&lt;?php<br />
print (”Hai, $_POST[nama] &lt;br /&gt;”);<br />
print (”$_POST[kampus] memang tempat kuliah sekampus-kampusnya”);<br />
?&gt;<br />
&lt;/body&gt;</p>
<p style="line-height:150%;">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="line-height:150%;">kalo sebelumnya variabel dipanggil langsung $nama , kalo beda file harus ditambahkan jadi $_POST[nama] ,.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Nah untuk belajar php lebih banyak lagi kunjungi aja d <a href="http://php.net/">http://php.net</a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Met belajar, Mari kita belajar bareng2…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=29&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/perkenalkan-ini-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Frame pada HTML</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/membuat-frame-pada-html/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/membuat-frame-pada-html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Membuat Frame pada HTML Untuk membuat Frame seperti pada layout di atas, kita cukup membuat beberapa source code HTML seperti berikut : Yang pertama kita harus membuat file yang diberi nama frame.html &#60;html&#62; &#60;head&#62; &#60;title&#62;Pemrograman Web&#60;/title&#62; &#60;/head&#62; &#60;frameset cols=&#8221;30%,*&#8221;&#62; &#60;frame src=&#8221;menu1.html&#8221;&#62; &#60;frame src=&#8221;content1.html&#8221;&#62; &#60;/frameset&#62; &#60;/html&#62; Dari source code di atas kita belum bias akses apa-apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=17&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Membuat Frame pada HTML</h4>
<h4><img class="alignnone size-medium wp-image-20" title="frame" src="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/frame.jpg?w=300&#038;h=128" alt="frame" width="300" height="128" /></h4>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3951626.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Untuk membuat Frame seperti pada layout di atas, kita cukup membuat beberapa source code HTML seperti berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Yang pertama kita harus membuat file yang diberi nama frame.html</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="height:105.05pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:276.65pt;height:105.05pt;padding:0 5.4pt;" width="369" valign="top">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;html&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;head&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;title&gt;Pemrograman   Web&lt;/title&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;/head&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;frameset   cols=&#8221;30%,*&#8221;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;frame   src=&#8221;menu1.html&#8221;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;frame   src=&#8221;content1.html&#8221;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;/frameset&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&amp;">&lt;/html&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Dari source code di atas kita belum bias akses apa-apa tanpa harus membuat dahulu dua file yang terdapat pada source tersebut. Yaitu menu1.html dan content1.html</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:320.4pt;padding:0 5.4pt;" width="427" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;html&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;head&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;title&gt;Praktikum Pemrograman Web&lt;/title&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/head&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;h2&gt;Contoh Dari isi Frame&lt;/h2&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a href=&#8221;StyleHuruf&#8221;&gt;Style   huruf&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;table1.html&#8221;&gt;Table1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;table2.html&#8221;&gt;Table2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;table3.html&#8221;&gt;Table3&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/html&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span id="more-17"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Content1.html</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:356.4pt;padding:0 5.4pt;" width="475" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;h2&gt;Search Engine&lt;/h2&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;google.com&#8221;&gt;Google&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;yahoo.com&#8221;&gt;Yahoo&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;ask.com&#8221;&gt;ASK.com&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;dogpile.com&#8221;&gt;Dogpile&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a   href=&#8221;id.wikipedia.com&#8221;&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;&lt;a href=&#8221;livesearch.com&#8221;&gt;LiveSearch&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/body&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Setelah membuat menu1.html dan content1.html, lalu kita membuat file-file yang di panggil pada menu1 tersebut. Yaitu adanya table1.html, table2.html, dan table3.html :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong>Table1.html</strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:347.4pt;padding:0 5.4pt;" width="463" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;html&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;title&gt;Table1&lt;/title&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;body&gt;&lt;div align=center&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;p&gt;Dalam HTML:&lt;br&gt;table ditandai debngan tag table</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;br&gt;Baris ditandai   dengan tag tr</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;br&gt;Table ditandai dengan tag td</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;br&gt;&lt;h4&gt;Membuat 1 kolom&lt;/h4&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;1&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Teknik Informatika&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;h4&gt;1 baris dengan 3 kolom&lt;/h4&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;2&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;komputer&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;internet&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;web&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;h4&gt;2 baris 3 kolom&lt;/h4&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;3&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;PHP&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;javascript&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;AJAX&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;joomla&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Drupal&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Mamboo&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/div&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/html&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong>Table2.html</strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:347.4pt;padding:0 5.4pt;" width="463" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;html&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;title&gt;Table2&lt;/title&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;div align=center&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;h4&gt;2 kolom di dalam   1 baris&lt;/h4&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;1&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;th&gt;Nama&lt;/th&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;th colspan=&#8221;2&#8243;&gt;Kontak&lt;/th&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Fitri&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;085646966692&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;081325299933&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;h4&gt;&lt;/h4&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;1&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Nama&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Fitri&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;th rowspan=&#8221;2&#8243;&gt;Kontak&lt;/th&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;085646966692&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;081325299933&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/div&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/html&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong>Table3.html</strong></p>
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:347.4pt;padding:0 5.4pt;" width="463" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;html&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;title&gt;Table3&lt;/title&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;div align=center&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;1&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;&lt;p&gt;TeknikInformatika&lt;/p&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;p&gt;Pemrograman Web Plug 2&lt;/p&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Table Cell:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;table border=&#8221;1&#8243;&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Saya&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Kamu&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;td&gt;Anda&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Dia&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;td&gt;Cell List</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;ul&gt; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;Windows&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;li&gt;Linux&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;PCBSD&lt;/li&gt; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Solaris&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;/ul&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Ubuntu&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Kubuntu&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Edubuntu&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Nubuntu&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;" lang="PT-BR">&lt;li&gt;Gobuntu&lt;/li&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/ol&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/td&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/tr&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/table&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/div&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/body&gt;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&amp;">&lt;/html&gt;</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Setelah semua file dibuat hasilnya akan seperi berikut :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="1" src="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/1.jpg?w=570" alt="1"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3951629.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Jika pada menu Table1 di klik maka akan muncul seperti berikut ini :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignnone size-full wp-image-22" title="2" src="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/2.jpg?w=570" alt="2"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3951631.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Jika pada menu Table2 di klik maka akan muncul seperti berikut ini :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignnone size-full wp-image-23" title="3" src="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/3.jpg?w=570" alt="3"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3951632.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Jika pada menu Table3 di klik maka akan muncul seperti berikut ini :</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignnone size-full wp-image-24" title="4" src="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/4.jpg?w=570" alt="4"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3951633.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Untuk selanjutnya, silahkan mencoba sendiri di rumah ya…</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=17&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2009/03/15/membuat-frame-pada-html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/frame.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">frame</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://phitria.files.wordpress.com/2009/03/4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar HTML</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/belajar-html/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/belajar-html/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 13:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dua minggu yang lalu aku praktikum Pemrograman Web.. Namanya juga pemrograman web, yang jelas aku disana di ajari bikin web sama Asdosku.. kita belajar dasarnya dengan menggunakan HTML.Aku diberi tugas sama mas Kosha (nama asdosku) untuk menceritakan apa yang sudah kami pelajari di praktikum kemarin di Blog masing-masing.. Weleh,klo gak di kasih tugas sama mas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=9&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Dua minggu yang lalu aku praktikum Pemrograman Web.. Namanya juga pemrograman web, yang jelas aku disana di ajari bikin web sama Asdosku.. kita belajar dasarnya dengan menggunakan HTML.Aku diberi tugas sama mas Kosha (nama asdosku) untuk menceritakan apa yang sudah kami pelajari di praktikum kemarin di Blog masing-masing..</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Weleh,klo gak di kasih tugas sama mas kosha mungkin aku gak akan ngisi blog kayak gini.he… Makasih mas kosha..</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Buat para pemula atau adik2 yang belum pernah nyentuh apa itu HTML mari kita belajar bareng…<span style="font-family:Wingdings;">J</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;">HTML singkatan dari : Hiper Text Markup Language. Untuk penulisan HTML dilakukan dengan text editor yang ada, misalnya Emacs, GNU vi, vi, Kwrite dan lain-lain. Untuk melihat hasil gunakan browser yang ada seperti Konqueror, Mozzila, dan simpan file tersebut dengan exstensi html atau htm, misalnya praktkm.html</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;">Cara penulisan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">Penulisan HTML dilakukan dengan diawali &lt;kodehtml&gt; dan diakhiri &lt;/ kodehtml&gt;.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3930869.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<table class="MsoNormalTable" style="border-collapse:collapse;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:442.8pt;padding:0 5.4pt;" width="590" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;html&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;body bgcolor=#ff00ff&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;title&gt;Belajar bikin Web sendiri&lt;/title&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;h1   align=center&gt;Akhirnya Praktikum Pemrograman Web dimulai juga&lt;/h1&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;br/&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;font face=arial color=#000000&gt;Kita disini akan belajar bagaimana membuat   web sendiri dengan menggunakan HTML&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;br/&gt;&lt;font size=10 face=arial color=#000000&gt;Apa itu   HTML??&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;br/&gt;&lt;ul&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;li&gt;&lt;font face=arial&gt;HTML singkatan dari : Hiper Text Markup   Language&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;li&gt;&lt;font face=arial&gt;Beberapa orang mengatakan HTML bukan bahasa   pemrograman tapi bahasa nyaris</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">pemrograman, karena HTML tidak mampu melakukan hal-hal yang   umum dilakukan oleh</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">bahasa pemrograman lain namun demikian HTML dapat memberi bentuk-bentuk   pada web</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">yang akan ditampilkan.&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;li&gt;&lt;font face=arial&gt;Exstensi file *.html / *.htm&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;li&gt;&lt;font face=arial&gt;Informasi lebih banyak tentang HTML dapat   dicari di internet beserta dapat dilihat contoh-contoh</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">yang ada. &lt;a href=http//google.com&gt;Silahkan klik   google&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/ul&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;br/&gt;&lt;font face=arial&gt;Setelah bertanya-tanya dengan mbah Google,   bagaimana??? Apakah bikin Web sendiri itu menyusahkan??&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;br/&gt;&lt;font face=arial&gt;&lt;input   type=checkbox&gt;ya&lt;/input&gt;&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;font face=arial&gt;&lt;input   type=checkbox&gt;tidak&lt;/input&gt;&lt;/font&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;/body&gt;</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">&lt;/html&gt;</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&amp;">&lt;body bgcolor=#ff00ff&gt;…..&lt;/body&gt;</span></strong> tempat kita mengisi pada halaman html itu sendi. Dan bgcolor=#ff00ff adalah pemberian warna pada warna dasar backgroaund pada halaman web.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><span style="font-family:&amp;">&lt;title&gt;Belajar bikin Web sendiri&lt;/title&gt;</span></strong> ini adalah Judul browser paling atas. <a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3930894.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;"><span style="color:black;" lang="PT-BR">Beberapa parameter pada kode html mempunyai parameter lebih dari satu, berikut kita lihat contoh :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Membuat bentuk tapilan dari font (warna+besar/kecil+jenis), digunakan kode html &lt;font&gt; dan diakhiri</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">dengan &lt;/font&gt; sehingga untuk menuliskan tulisan .ini saya belajar. dengan warna merah,jenis font arial, dan berukuran +4 :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Source HTML :</span> <strong><span style="font-family:&amp;">&lt;font color=red face=arial size=+4&gt;ini saya belajar&lt;/font&gt;</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">Hasil :</span> <span style="color:#810000;">ini saya belajar</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">penjelasan :</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">. color : mendefenisiskan warna tulisan yang diblock, kita bisa menggunakan warna lain seperti</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">color=blue, color=black dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">. Face : mendefenisiskan jenis font yang digunakan, misalnya arial.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">. Size : mendefenisiskan ukuran dari font, font pada html menggunakan ukuran dari -4 (min empat)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;">sampai +4 (plus empat).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Memasukan link</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&lt;a href=http//google.com&gt;Silahkan klik google&lt;/a&gt;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Memasukan Gambar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&lt;img src=&#8221;/home/data/pics/praktikum.jpg&#8221;  width=148 height=185 border=2&gt;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Memasukan List</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&lt;ul&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;li&gt;………………</p>
<p class="MsoNormal">&lt;li&gt;………………</p>
<p class="MsoNormal">&lt;li&gt;………………</p>
<p class="MsoNormal">&lt;/ul&gt;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Hasil :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-size:7pt;"> </span></span> ………………</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-size:7pt;"> </span></span> ………………</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-size:7pt;"> </span></span> ………………</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Memasukan Table</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&lt;table border=1 width=300 bgcolor=#C2C2C2&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;tr&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;td&gt;Kolom satu dengan data satu&lt;/td&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;/tr&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;/table&gt;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="text-decoration:underline;">Type input</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">&lt;input type=checkbox&gt; ya &lt;/input&gt;</p>
<p class="MsoNormal">&lt;input type=checkbox&gt; tidak &lt;/input&gt;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://amadeo.blog.com/repository/1081067/3930900.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></span></a></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=9&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/belajar-html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BismillahirahmaniRahim</title>
		<link>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/bismillahirahmanirahim/</link>
		<comments>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/bismillahirahmanirahim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 13:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>phitria</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://phitria.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim.. Aq ngepost pertama kali di blog ini. hya&#8230;akhirnya ngisi blog baru juga.. klo bukan karena tugas mungkin gak akan bikin alamat blog baru lagi..(he3x jujur bgt cih). Waktu pertama tau tugas praktikumnya hanya boleh di upload di 3 alamat blog ajah, jadi memutuskan untuk membuat blog baru.. lah dari pada nilai gak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=3&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan mengucap <strong>Bismillahirahmanirrahim.. </strong>Aq ngepost pertama kali di blog ini.</p>
<p>hya&#8230;akhirnya ngisi blog baru juga..</p>
<p>klo bukan karena tugas mungkin gak akan bikin alamat blog baru lagi..(he3x jujur bgt cih). Waktu pertama tau tugas praktikumnya hanya boleh di upload di 3 alamat blog ajah, jadi memutuskan untuk membuat blog baru.. lah dari pada nilai gak keluar kan mending bikin baru..he..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/phitria.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/phitria.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=phitria.wordpress.com&amp;blog=6657893&amp;post=3&amp;subd=phitria&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://phitria.wordpress.com/2009/03/06/bismillahirahmanirahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2bff71dd6e698af007f19da04517c778?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">phitria</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
